Skip to content

Digital Detox 2025: Saat Generasi Online Mulai Belajar Lepas dari Layar

  • by

Di tengah derasnya arus informasi, banyak orang mulai merasa jenuh dan kelelahan mental.

Digital detox berubah dari tren jadi gaya hidup baru.

Digital detox berarti waktu khusus tanpa media sosial dan notifikasi.

Fokusnya pada bagaimana teknologi bisa dipakai secara sehat dan sadar.

Psikolog menilai tren ini muncul karena tekanan hidup digital yang terus meningkat.

“Kelelahan bukan hanya fisik, tapi juga kognitif,” ujar dr. Nirmala Dewi, Senin (10/11).

Banyak perusahaan dan komunitas mengembangkan aplikasi pendamping untuk keseimbangan digital.

Ada juga versi sederhana seperti 1 jam tanpa ponsel sebelum tidur.

Tujuannya untuk membantu orang reconnect dengan diri sendiri.

Mindful living sering dipadukan dengan praktik meditasi dan gratitude journaling.

Dengan mindfulness, seseorang belajar fokus pada napas, emosi, dan aktivitas yang dilakukan tanpa multitasking.

Dari riset yang dilakukan lembaga Mindful Future Institute, lebih dari 60% responden merasa hidup lebih tenang setelah menjalani digital detox rutin.

Masyarakat urban mulai menyadari pentingnya keseimbangan digital.

Para ahli menekankan konsistensi lebih penting daripada durasi.

“Gunakan mode senyap saat makan atau istirahat,” jelas psikolog mindful living.

Dengan dorongan dari komunitas digital positif, mindful living menjadi kebutuhan generasi modern.

Koneksi sejati dimulai ketika kita bisa hadir tanpa layar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *